Manusia dan Kebudayaan
Manusia
Dalam menjalankan fungsinya di dunia,
manusia juga memiliki hakikat tersendiri. Hakikat – hakikat itu yakni:
1. Manusia merupakan mahkluk ciptaan Tuhan
yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh. Jika
diuraikan satu persatu, tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba,
disentuh, dan dipegang. Sedangkan jiwa adalah sesuatu yang ada di dalam tubuh
yang bersifat abstrak, tidak dapt dipegang, disentuh, maupun diraba. Jika
manusia meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali pada Tuhan, namun tidak
mengalami kehancuran seperti tubuh. Jiwa adalah roh penggerak dan sumber
kehidupan manusia.
2. Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan
yang paling sempurna jika dibandingkan dengan mahkluk-mahkluk lainnya.
Kesempurnaan yang di maksud dalam konteks ini adalah terlihat dari adab dan
budaya nya, karena manusia diciptakan dengan akal, perasaan, dan kehendak yang
terdapat di dalam jiwa manusia. Dengan akal, manusia dapat menciptakan
teknologi. Dan dengan adanya perasaan, manusia dapat menciptakan kesenian. Daya
rasa dalam manusia terbagi menjadi dua, yakni perasaan inderawi dan perasaan
rohani. Perasaan inderawi adalah rangsangan alami melalui pancaindera. Hal ini
terdapat pada manusia dan binatang. Sedangkan perasaan rohani adalah perasaan
luhur yang hanya terdapat pada manusia. Contoh – contoh dari perasaan rohani,
yaitu:
a. Perasaan intelektual
b. Perasaan estetis
c. Perasaan etis
d. Perasaan diri
e. Perasaan social
3. Perasaan religiousManusia sebagai
mahkluk biokultural, yaitu mahkluk hayati dan budayawi. Manusia adalah mahkluk
yang saling tindak atau interaksi factor-faktor hayati dan budayawi.
Sebagai mahkluk hayati, manusia dapat dipelajari lewat ilmu anatomi, fisiologi,
biokimia, patologi, genetika, dan lain sebagainya. Namun, sebagai mahkluk budayawi
manusia dapat dipelajari dari segi – segi kemasyarakatan, kekerabatan,
psikologi social, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa dan sebagainya.
4. Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan
yang terikat dengan lingkungan. Mempunyai kualitas dan martabat karena
kemampuan bekerja dan berkarya. Hidup manusia memiliki tiga taraf, yakni
estetis, etis, dan religious.
Kebudayaan
E.B.Tylor
(1871) mendefinisikan bahwa kebudayaan adalah kompleks yang mencakup
pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan
kemampuan-kemampuan sebagai anggota masyarakat.
Selo
Sumarjan dan Soelaeman Soemardi merumuskan kebudayaan sebagai semua hasil
karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Sutan
Takdir Alisyahbana mengatakan bahwa kebudayaan adalah manifestasi dari cara
berpikir.
Dengan
adanya pengertian diatas, kebudayaan dapat dikatakan mencakup segala aspek
kehidupan manusia, baik yang bersifat material (peralatan-peralatan kerja) dan
non-material (nilai kehidupan dan seni-seni tertentu)
Hubungan manusia dan Kebudayaan
Hal inilah yang menjadi
hubungan antara kebudayaan dengan manusia. Dalam bertingkah laku,
hendaknya manusia dapat diatur sesuai dengan system nilai dan tingkah laku yang
ada. Yakni diatur dalam kebudayaan. Tanpa adanya kebudayaan, pola perilaku
manusia akan bertolak belakang dengan nilai – nilai estetika yang ada. Hal ini
tentunya akan memperburuk citra bangsa. Dan karena alasan tersebutlah, maka
kebudayaan wajib ada di tengah – tengah kehidupan bermasyarakat, guna
menciptakan suasana yang aman dan
damai.
*Sumber


Komentar
Posting Komentar